Tafsir QS. At Tiin: Mulianya Tugas Wanita Membentuk Generasi yang Shaleh, Berkualitas, Sebagai Calon Penghuni Surga

 

Tafsir QS. At Tiin: Mulianya Tugas Wanita Membentuk Generasi yang Shaleh, Berkualitas, Sebagai Calon Penghuni Surga“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun. Dan demi bukit Sinai. Dan demi kota (Mekah) ini yang aman. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. Maka bagi mereka pahala yang tiada putus putusnya. (QS. At-Tiin {95}:1-6)

 

Sebaik Baik Bentuk

  1. Karena pentingnya ayat ini, dan seriusnya Allah, sampai Ia bersumpah dengan empat tempat yang penting di dunia ini. Yang dimaksud dengan Tin oleh sebagian ahli tafsir ialah tempat tinggal Nabi Nuh, yaitu Damaskus yang banyak pohon Tin; Zaitun ialah Baitul Maqdis yang banyak tumbuh Zaitun. Bukit Sinai yaitu tempat Nabi Musa Alaihi Salam menerima wahyu dari Tuhannya. Negeri yang aman ialah Makkah tempat Baitullah dan tanah kelahiran manusia yang paling mulia, Nabi terakhir, Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  2. Misi ayat ini ialah pemberitahuan Allah, bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan bentuk yang paling baik. Tetapi manusia akan berubah menjadi makhluk yang paling rendah derajatnya bahkan lebih hina dari binatang (Q.S Al-A’raaf {7}:179), jika tidak mampu mempertahankan kemuliannya, yaitu sebagai hamba Allah yang beriman dan rajin beramal shaleh, sebagai khalifah Allah di bumi (Q.S. al-Baqarah {2}:30)
  3. Kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh bentuk fisiknya, akan tetapi ditentukan oleh hati yang beriman dan rajin beramal shaleh. Laki-laki atau perempuan memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah Ta’ala. Firman-Nya: “Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walaupun sedikitpun.”(Q.S. An-Nisa’ {4}:124). Dan firman-Nya, “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah,  laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”(Q.S. Al-Ahzaab {33}:35).

 

Mulia Tugas Wanita

Untuk membentuk manusia yang baik dan berkualitas harus dimulai dari dari memilih jodoh, perkawinan yang benar, dengan perkawinan itu diharapkan lahir anak yang dalam perjalanan hidupnya senantiasa berada dalam bimbingan dan lindungan Allah Ta’ala.

Karena itu untuk mengembangbiakkan manusia, Allah hanya memberi satu jalan yaitu perkawinan. Dalam kehidupan dan kelangsungan masyarakat, wanita mempunyai peranan yang sangat strategis, baik wanita sebagai putri, sebagai istri, sebagai ibu, atau sebagai anggota masyarakat. Allah Ta’ala berfirman :

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istrimu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Q.S. Ar-Ruum {30}:21)

Dari ayat ini Allah menerangkan, bahwa keberadaan wanita dalam keluarga sebagai istri agar kalian merasa tentram “litaskunuu ilaiha”. memberi pengertian bahwa wanita bisa menjadi pemyejuk dan penenang dalam keluarga dan masyarakat. Penyejuk dan penenang kepada suami, putra putrinya dan lingkungan masyarakatnya.

 

Islam Menghormati Wanita

Sudah tentu setelah manusia lahir, sangat dibutuhkan perjuangan seorang ibu. Dalam Al Qur’an tidak terdapat surat laki-laki, tetapi terdapat Surat An-Nisa’ (surat wanita), ini menunjukkan pengakuan dan penghormatan Islam terhadap kaum wanita. Dalam Surat An-Nisa’ diterangkan masalah-masalah penting yang berhubungan dengan wanita, keluarga, kemasyarakatan dan masalah negara dan menerangkan hak-hak wanita. Inilah sebabnya surat ini diberi nama Surat “An-Nisa'” sebagai penghormatan kepada wanita.

Ayat ini juga sering dibaca Rasulullah SAW dalam mengawali khutbahnya dan banyak dibaca dan diterangkan oleh para khatib dan muballigh.

Agar secara fisik dan mental seorang tumbuh dengan baik, maka ibu diharapkan menyusui anaknya selama dua tahun. Firman Allah Ta’ala,

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahu penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (Q.S. Al-Baqarah {2}:233).

Tugas pokok wanita ialah bertanggungjawab terhadap keluarga, pendidikan dan kedamaiannya. Diriwayatkan dari Abdullah ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda,

“Dari Ibnu Umar RA. Dari Nabi SAW Ia bersabda, “Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu sekalian bertanggungjawab atas orang yang dipimpinnya. raja dalah pemimpin, laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya, dan perempuan adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya, maka kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu sekalian akan dipertanggungjawabkan atas kepemimpinannya,” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Tugas Ibu sangat Mulia

Manusia yang berkualitas adalah manusia yang beriman dan rajin beramal shaleh. Karena orang yang beriman dan rajin beramal shaleh saja yang akan langsung masuk surga, (QS. An-Nisa’:57,122. Al Kahfi {18}:107).

Sedangkan untuk membentuk manusia yang beriman sangat membutuhkan usaha seorang ibu.

Perjalanan hidup manusia baik fisik maupun mental, sejak sebelum lahir, mengandung, melahirkan, dan mendewasakannya, agar mampu mengemban tugas sebagai khalifah di bumi, semua itu amat sangat melibatkan perjuangan wanita. Rasulullah SAW juga bersabda,

“Surga itu terletak dibawah kedua telapak kaki ibu”. (Faidhul Qadir 3/361)

Hadits ini secara filosofis mengandung makna, bahwa “Surga terletak di bawah kedua telapak kaki ibu” itu bisa berarti, bahwa masa depan surga seorang anak amat sangat ditentukan oleh upaya dan usaha perjuangan seorang ibu dalam membimbing, mendidik dan mendorng putra dan putrinya.

Jadi tugas wanita sangat mulia sekali, yaitu membentuk putra-putrinya sebagai calon-calon penghuni surga. Karena itu Allah telah mempersiapkan wanita dengan serba menarik, kulit, suara dan bicaranya lebih halus daripada orang laki-laki, agar mampu melaksanakan tugasnya membentuk anak cucu dan keluarganya menjadi orang yang shaleh dan memiliki ilmu serta kemampuan dalam memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada manusia untuk kemaslahatan dunia dan akhirat.

Dengan tugas wanita yang mulia ini, kaum wanita seharusnya selalu bersikap sebagai contoh dalam keluarga dan lingkungannya. Dalam berpakaian hendaknya sopan, menutup aurat, dan dalam berbicara selalu benar, agar disegani dan menjadi contoh oleh anaknya sendiri dan juga masyarakat.

Zubeir S. Abdullah, Lc.

 

Kesimpulan

  • Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang memiliki bentuk dan fisik yang paling baik.
  • Fisik yang baik tidak menjamin kemuliaan manusia, bahkan akan meluncur ke derajat yang paling rendah dan hina, kecuali orang yang beriman dan beramal shaleh.
  • Untuk  anak dan keturunan yang shaleh dituntut upaya dan usaha ibu.
  • Diantara kemuliaan peranan perempuan dan ibu ialah membentuk pribadi yang saleh sebagai caalon-calon penghuni Surga.

 

Sumber Muzakki

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *