Pola Tidur Tidak Teratur Picu Resiko Penyakit, Jangan Kurang atau Lebih

tidur tidak teratur picu resiko penyakit

Tidur  adalah  merupakan  suatu  kondisi  istirahat  alami  yang  dialami  oleh manusia   dan   hewan-hewan   lainnya   yang   sangat   penting   untuk kesehatan. Setiap  manusia  membutuhkan  waktu  tidur  kurang lebih  sekitar sepertiga  waktu  hidupnya  atau  sekitar  6-8  jam  sehari.  Secara  alami dan otomatis  jika  tubuh  lelah  maka  kita  akan  merasa  mengantuk  sehingga memaksa tubuh kita untuk beristirahat secara fisik dan mental.

Dengan waktu tidur yang cukup, maka kita akan merasa segar bugar ketika bangun  pagi  dan  siap  melakukan  berbagai  aktifitas  sepanjang  hari  dari pagi hingga  malam.  Normalnya  manusia tidur pada  saat  malam  hari  hingga  pagi hari, namun tidak jarang ada orang yang bisa tidur dari siang sampai malam hari karena tuntutan pekerjaan atau karena sudah terbiasa. Menurut penelitian, orang  yang  tidur  selama  6,5  sampai  7,5  jam  dalam sehari  akan  memiliki hidup  yang  lebih  panjang  daripada  yang  tidurnya  hanya memakan  waktu kurang  dari  6,5  jam  atau  lebih  dari  8  jam  perhari (Japan Epidemiology Association).

Lalu apa definisi tidur? Sebagai acuan, tidur bisa diartikan sebagai bagian dari periode  alamiah  kesadaran  yang  terjadi  ketika  tubuh  direstorasi  (diperbaiki) yang  dicirikan  oleh  rendahnya  kesadaran  dan  keadaan  metabolisme  tubuh yang minimal. Secara otomatis, otak kita memprogram untuk tidur begitu gelap datang dan  terbangun  ketika  terang  tiba.  Pun  kita  bisa  tidur  kapan  saja, baik karena mengantuk ataupun dipengaruhi obat-obatan. (Achmanto Mendatu-2006).

Tidur didefinisikan sebagai suatu keadaan bawah sadar dimana seseorang masih dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya (Guyton & Hall, 1997). Menurut Potter & Perry (2005), Tidur merupakan proses fisiologis yang bersiklus bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan. Tidur merupakan kondisi tidak sadar dimana individu dapat dibangunkan oleh stimulasi atau sensori yang sesuai (Guyton dalam Aziz Alimul H) atau juga dapat dikatakan sebagai keadaan tidak sadarkan diri yang relatif, bukan hanya keadaan penuh ketenangan tanpa kegiatan, tetapi lebih merupakan suatu urutan siklus yang berulang, dengan ciri adanya aktifitas yang minim, memiliki kesadaran yang bervariasi terhadap perubahan fisiologis dan terjadi penurunan respon terhadap rangsangan dari luar.

Tidur adalah suatu keadaan relative tanpa sadar yang penuh ketengan tanpa kegiatan yang merupakan urutan siklus yang berulang-ulang dan masing-masing menyatakan fase kegiatan otak dan badanlah yang berbeda.

Studi baru menemukan bahwa tidur terlalu banyak juga dapat meningkatkan risiko inflamasi, obesitas, sakit kronis, depresi, dan diabetes.

Hal ini diketahui setelah riiset dilakukan dengan memeriksa kadar konsentrasi nutrisi mikro, terutama zat tembaga, pada darah orang yang tidur terlalu lama (lebih dari 10 jam). Peneliti kemudian menemukan bahwa tingginya kadar zat tembaga pada darah berkaitan durasi tidur yang terlalu panjang.

Kadar zat tembaga pada darah dapat menunjukan banyak hal soal kesehatan. Orang dewasa memiliki kadar tembaga sebanyak 50-80 miligram dalam tubuhnya dan nutrisi tersebut digunakan tubuh untuk membuat melanin, tulang, dan jaringan penghubung. Namun, bila terlalu banyak zat tembaga dapat meracuni organ, membunuh sel-sel liver, dan membahayakan sistem saraf.

Peneliti mengetahui ada juga kemungkinan stres dan kondisi penyakit jantung bisa memengaruhi kandungan tembaga dalam tubuh. Oleh karena itu peneliti memperhitungkan kedua faktor dalam riset.

“Namun demikian, saat faktor penyakit jantung partisipan sudah diperhitungkan, hasilnya tetap tidak berubah. Hubungan antara konsentrasi zat tembaga dan durasi tidur tetap terlihat independen dari penyakit kardiovaskular” ujar salah satu peneliti, Maria Luojus.

Perlu riset lebih jauh untuk memeriksa kaitan antara tidur terlalu lama, tingkat tembaga dalam tubuh, dan inflamasi. Secara umum tapi sudah banyak studi yang menemukan bahwa tidur sangat penting untuk kesehatan.

Menurut National Sleep Foundation, remaja seharusnya tidur selama delapan hingga 10 jam sehari, sedangkan orang dewasa tujuh hingga delapan jam. Sementara itu orang dewasa yang berusia 65-an membutuhkan tidur tujuh sampai delapan jam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *