5 Masalah Ranjang Yang Sering Dikeluhkan Pasutri

masalah ranjang

Hampir 80 persen masalah ranjang adalah faktor utama penyebab tidak harmonisnya dan keretakan sebuah rumah tangga, bahkan berujung pada perceraian dan perselingkuhan.

Ejakulasi dini atau kurangnya pelumasan vagina hingga hubungan intim menyakitkan bisa menjadi beberapa persoalan yang dialami pasutri ketika bercinta. Meskipun, dalam keseharian, ada permasalahan ranjang yang nyatanya sering dilontarkan oleh pasutri.

Apa saja permasalahan di ranjang yang sering dikeluhkan pasutri? Berikut ini penuturan beberapa orang terapis seks seperti dikutip dari Essential Kids.

Masalah Ranjang Yang Sering Dikeluhkan

  1. Libido Yang Tidak Sesuai

“Libido suami dan istri yang tidak sejalan sering sekali dikeluhkan pasutri. Ketika mengalami masalah ini, cobalah teliti lagi ada masalah apa pada diri Anda,” tutur terapis seks dan hubungan suami istri Cyndi Darnell.

Menurutnya, suami atau istri bisa melihat lagi apa penyebab mereka bisa tidak bergairah saat bercinta. Dengan begitu, salah satu pihak tidak menyalahkan pihak lain. Misalnya saja apakah salah satu pihak kelelahan, sedang stres, atau memiliki penyakit kronis yang berkaitan dengan rendahnya libido.

Selain itu, untuk membantu menambah gairah, Darnell menyarankan Anda untuk mengingat kembali nostalgia di mana Anda dan pasangan bertemu pertama kali, bagaimana Anda merasa jatuh cinta padanya, dan sifat apa saja dari pasangan yang bisa membuat Anda jatuh cinta.

“Dengan begitu, rasa kasih sayang dan memahami satu sama lain bisa terpupuk kembali,” ujar Darnell.

  1. Ingin Kehidupan Seksnya Seperti Saat Belum Punya Anak

Darnell mengatakan, keluhan semacam ini merujuk ketika pasangan benar-benar berharap kehidupan seksnya bisa kembali seperti awal pernikahan mereka. Meski kenyataannya, kini saat mereka bercinta, bisa muncul gangguan berupa tangisan si kecil. Kondisi itu, menurut Darnell memang bisa membuat pasutri kecewa dan tak bergairah.

“Anda perlu memahami realita yang ada bahwa memang kehidupan seks Anda sudah berbeda saat memiliki anak. Tapi, bukan berarti Anda tidak bisa membuat kehidupan seks tetap menyenangkan meski sudah ada si kecil. Tingkatkan keintiman Anda dan jagalah fisik dan psikis tetap bugar supaya gairah bercinta Anda bisa stabil,” kata Darnell memberi saran.

  1. Seks Yang Membosankan

Terapis psikoseksual Jacqueline Hellyer mengatakan meski terdengar sepele, hubungan seks yang membosankan sering menjadi masalah utama pasutri di ranjang hingga membuat hasrat bercinta pasutri atau salah satu pihak turun drastis. Padahal, menurut Hellyer kuncinya ada pada komunikasi.

stop ejakulasi dini

“Wanita memang cenderung malu mengungkapkan hal-hal terkait hubungan ranjang. Tapi mengatakannya pada suami juga penting. Suamipun dituntut untuk lebih peka terhadap kondisi hasrat seks si istri. Diharapkan kedua belah pihak bisa lebih peka dan jangan malu-malu membicarakan fantasi seks masing-masing untuk menghindari hubungan intim yang membosankan,” tutur Hellyer.

  1. Sexless Marriage

Pengertian dari Sexless marriage adalah kehidupan pernikahan tanpa adanya seks. Banyak pasangan mungkin malu mengakui bahwa mereka sudah mulai jarang berhubungan intim. Tapi menurut terapis kesehatan seksual, Matty Silver, dalam periode tertentu, hubungan pernikahan dengan jarangnya frekuensi bercinta memang bisa menimbulkan tekanan pada pasangan.

Menurut Silver tidak terlalu masalah ketika keintiman tetap terjaga meski Anda jarang berhubungan seks. Namun, ketika Anda jarang bercinta lalu hubungan anda dengan pasangan tidak baik bahkan cenderung menjauh, Silver menyarankan untuk segera mencari bantuan.

“Mulai perbaiki kehidupan seksual Anda sebelum terlambat. Setiap orang memang berbeda dan ada banyak alasan mengapa pasangan bisa menjalani sexless marriage,” tutur Silver.

  1. Istri Yang Tidak Bisa Mencapai Orgasme

Ini adalah masalah utama dari ketidak harmonisan sebuah rumah tangga, istri tidak pernah mencapai puncak kenikmatan ketika melakukan hubungan intim (klimaks) bahkan dari awal menikah sampai mempunyai 2 anak istri sama sekali belum pernah merasakan dan mendapatkan orgasme, karena suami mengalami Ejakulasi Dini atau istri sedang mengalami gangguan vagina dan gangguan-gangguan fisik yang lain.

orgasme ejakulasi
ForediGel.my.id

Silver mengatakan, wajar adanya ketika wanita mengeluh sulit mencapai orgasme saat bercinta. Sebab, beberapa studi menunjukkan hanya 20 persen wanita yang bisa mencapai orgasme dengan penetrasi vagina. Untuk mencapai orgasme, sudah semestinya sesi foreplay diperpanjang dan patut dilihat lagi apakah ada masalah fisik pada wanita, misalnya vaginismus.

“Tapi patut diingat bahwa bukan hanya wanita yang merasa cemas ketika dia tak bisa mendapat orgasme. Pria pun kadang khawatir jika si wanita tidak bisa orgasme itu disebabkan kesalahan dan ketidakmampuan mereka,” kata Silver.

Demikian sedikit informasi mengenai Masalah di Ranjang yang Sering Dikeluhkan Pasutri. Semoga bermanfaat dan bisa menambah informasi untuk anda semua, agar terciptanya keluarga yang harmonis dan bahagia.

Salam Bahagia dan Harmonis ForediGel.my.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *