Kebiasaan Sepeleh Bisa Meningkatkan Resiko Kanker Payudara Bagi Wanita

resiko kanker payudara

Faktor gen, hormon dan gaya hidup sangat bisa berpengaruh terhadap peluang seseorang untuk terkena kanker payudara. Namun, ada beberapa kebiasaan kecil dan sepele, seperti minum alkohol atau bekerja hingga larut malam yang bisa memicu kanker payudara.

Faktanya, KANKER PAYUDARA adalah penyebab kematian kedua terbesar bagi wanita, setelah KANKER SERVIKS dan kanker kulit. Menurut data American Cancer Society, sekitar 231.000 orang Amerika terdiagnosa, 60.000 di antaranya non-invasif, dan 40.000 diperkirakan akan meninggal.

Namun pasien kanker payudara akan memiliki peluang hidup yang lebih besar jika meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi, mengobati, atau menyadari resikonya sedari awal.

Inilah enam kebiasaan kecil dan banyak disepelehkan yang mungkin berbahaya bagi kesehatan payudara Anda.

  1. Pil KB

Estrogen dalam kandungan pil KB memang efektif untuk menghentikan kehamilan yang tidak diharapkan, tetapi hal ini bisa menjadi penyebab berkembangnya sel kanker payudara. Dosis tinggi dari hormon yang ada di dalam darah bisa meningkatkan resiko kanker payudara pada wanita karena stimulan yang berlebihan pada sel payudara.

Studi pada 2014 yang dipublikasikan di jurnal Cancer Research, menemukan alat kontrasepsi oral pada wanita usia 20-49 berkaitan dengan meningkatnya resiko kanker payudara, terutama jika dosisnya mencapai 50 mg atau lebih. Tetapi jika dosisnya rendah, hal ini tidak akan mempengaruhi. Jadi bagi anda yang sedang mengkonsumsi pil KB yang menggunakan dosis diatas 50 mg sebaiknya anda hentikan, atau bisa saja anda ganti pil KB yang berdosis kecil dibawah 50 mg. Atau pilih saja alat kontrasepsi spiral yang lebih aman dari pil KB.

  1. Berhenti Menyusui

Menyusui atau tidak adalah pilihan pribadi, tetapi wanita yang memutuskan untuk tidak menyusui mungkin akan menghadapai resiko kanker payudara yang lebih tinggi. Studi 2002 yang dipublikasikan jurnal Lancet, menganalisa data dari 47 studi sebelumnya, untuk menunjukan bahwa menyusui dapat mengurangi resiko terkena kanker payudara. Semakin lama wanita menyusui (12 bulan), semakin rendah resiko terkena kanker payudara dibanding yang tidak menyusui (10 bulan) anak mereka.

Studi terbaru yang dipublis Journal of the National Cancer Institute juga membuktikan bahwa menyusui bisa menurunkan resiko terkena kanker payudara. Wanita menyusui memiliki resiko 30 persen lebih rendah terkena kanker payudara dan 28 persen mengurangi resiko kematian dari kanker payudara.

  1. Kelebihan Berat Badan

Semakin membesarnya ukuran celana dari tahun ke tahun, semakin tinggi pula resiko terkena kanker payudara. Studi yang dipublikasi jurnal BMJ Open menemukan bahwa wanita yang selalu bertambah ukuran celananya tiap dekade selama usia 20-an dan 60-an, meningkatkan 33 persen resiko mereka terkena kanker payudara yang dibandingkan dengan bertambah dua kali ukuran celananya tiap dekadenya sebesar 77 persen resiko terkena kanker.

Ukuran celana menunjukkan kelainan pada tingkat kegemukan, yang menjadi hubungan antara kenaikan berat badan dan resiko kanker payudara. Akan tetapi, belum ada yang tahu bagaimana lemak bisa berkontribusi pada kanker payudara, namun peneliti percaya bahwa hal ini terjadi karena lemak pada sekitar pinggul lebih aktif daripada yang ada di dalam tubuh.

  1. Minuman Alkohol

Tidak salah jika kita mengkambing hitamkan alkohol sebagai penyebab kanker payudara. Menurut American Cancer Society, jumlah alkohol yang kita konsumsi meningkatkan resiko terkena kanker payudara, khususnya bagi yang meminumnya lima kali sehari.

Studi pada 2011 yang dipublikasikan Journal of the American Medical Association menjelaskan bahwa kuantitas, frekuensi dan usia para wanita yang mengonsumsi alkohol dari 1980-2008. Penemuan menunjukkan memiliki 5 sampai 10 gram alkohol per hari, atau 3 hingga 6 gelas wine/alkhohol per minggu, meningkatkan resiko terkena kanker payudara sebanyak 15 persen. Jika sehari 10 gram alkohol, maka resiko meningkat 10 persen tiap harinya.

  1. Terlambat Makan

Memakan snack atau makanan ringan di tengah malam memang bisa memuaskan Anda, tetapi hal itu bisa mengganggu kesehatan payudara Anda. Studi baru-baru ini yang dipublikasikan jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers, & Prevention menemukan bahwa memakan cemilan pada waktu yang tepat dan makan malam lebih dini dapat mengurangi risiko wanita terserang kanker payudara karena glukosa.

Saat makan, tubuh akan memecah gula menjadi glukosa, dan akan masuk ke aliran darah. Lalu, glukosa akan diarahkan ke sel-sel lewat insulin, dan akan dijadikan energi. Padahal terlalu banyak insulin bisa menyebabkan meningkatnya level gula darah, dan hal ini yang dikaitkan dengan resiko kanker payudara.

Makan malam usahakan jangan melewati jam 8 malam, dan kurangi atau hentikan kebiasaan ngemil dimalam hari setelah jam 9 malam, biasakan minum air putih 2 gelas sebelum tidur, agar tubuh lebih mudah memroses metabolismedalam tubuh.

  1. Bekerja Terlalu Keras

Terlalu banyak mengambil shift malam sangat mungkin bisa menyerang kesehatan. Bekerja di shift malam membuat fisik kita lelah dan kurang tidur, dan hal itu juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Studi 2012 yang dipublikasikan oleh jurnal Occupational and Environmental Medicine menemukan bahwa wanita yang bekerja hingga larut malam berisiko empat kali lebih besar terkena kanker payudara, dibanding mereka yang tidak bekerja hingga malam.

Efeknya sangat kumulatif kepada wanita yang bekerja setidaknya tiga kali shift malam selama seminggu selama enam tahun, risikonya dua kali lebih besar dibanding mereka yang bekerja dua malam tiap minggu.

Peneliti berspekulasi bahwa perubahan bagian dalam tubuh menyebabkan perubahan level hormon. Sejak karyawan bekerja hingga malam, dan tidur pada siang harinya, mengubah ritme sirkadian dan level dari melatonin, hormon yang menyebabkan kita tidur dan bangun dengan waktu yang tertentu. Level melatonin yang rendah biasa terlihat pada pasien kanker payudara dibandingkan wanita yang tidak sakit. Jika anda adalah wanita pekerja keras apalagi sering kerja lembur atau shift malam lebih dari 3 kali seminggu, inilah saatnya anda berubah, anda bisa saja tukar jam shift malam anda dengan teman kerja anda, dan buatlah jadwal jam kerja malam anda dengan teman anda, usahakan maksimal pembagian jam kerja malam 2 kali seminggu.

Kerja memang penting untuk memenuhi kebutuhan hidup kita, tapi kesehatan lebih penting untuk bisa bekerja dan menjalankan semua aktifitas kehidupan kita, kesehatan nilainya lebih dari apapun, seseorang akan melakukan apapun demi memperoleh kesehatan, mari sedini mungkin terapkan hidup sehat agar keluarga kita selalu bahagia dan harmonis.

cream pengencang payudara
Cream Pengencang Payudara
tisu majakani
Menjaga Kesehatan Organ Intim Wanita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *