Jangan Remehkan Kesehatan Organ Reproduksi Wanita

kesehatan organ reproduksi wanita
ForediGel.my.id

Kanker pada organ reproduksi telah menjadi momok bagi kaum perempuan, ancaman mandul alias tidak bisa mendapatkan keturunan akan menjadi mimpi buruk mereka, namun banyak perempuan yang bersikap tak mau tahu dengan kondisi kesehatan organ reproduksinya, baru setelah menjadi gangguan atau keluhan mereka baru ke dokter.

Deteksi dini sebenarnya bisa dilakukan sendiri oleh setiap perempuan, begitu ada keluhan nyeri, tumbuh benjolan dan keluar cairan tidak seperti biasanya sebaiknya harus segera diwaspadai, cairan keputihan yang normal biasanya berwarna putih bening, tapi jika sudah putih kekuningan dan mengeluarkan bau tak sedap ini berarti ada gangguan serius.

Keluarnya cairan bening atau putih dari organ reproduksi wanita biasa terjadi pada masa ovulasi yakni 14 hari sebelum menstruasi berikutnya, cairan ini menyerupai mukosa dalam jumlah lumayan banyak, tapi kalau sudah berlebihan dan menggangu maka harus segera memeriksakan diri ke dokter spesialis  kandungan.

Dokter biasanya melakukan pap smear pada kaum hawa yang ingin mendeteksi adanya kangker leher rahim. Prosedurnya adalah dengan mengambil sebagian kecil sel dari serviks alias dinding vagina. Sel ini di periksa secara mikroskopik dalam laboratorium. Saat ini pap smear di anggap  sebagai metode paling efektif dalam mendeteksi kanker leher rahim.

Tingkat efektifitasnya bisa mencapai 90-95 persen.  Setiap perempuan yang sudah melakukan aktifitas seksual sebaiknya menjalani prosedur ini setahun sekali atau minimal 3 tahun sekali. Tapi berdasarkan pengalamannya, masih sedikit perempuan yang melakukan pap smear kecuali sudah menderita keluhan nyeri. Padahal kanker leher rahim tak bisa di anggap enteng.

Sampai sekarang belum di ketahui dengan pasti apa penyebab kanker leher rahim. Hanya saja di duga kuat akibat virus yang bernama Human Papilloma Virus (HPV) yang di sebabkan oleh penyakit menular seksual (PMS). 90% kasus kanker leher rahim terkait dengan HPV. Ia juga menambahkan bahwa kanker leher rahim bisa muncul karena hubungan seksual di bawah 20 tahun, multi partner, tidak merawat kebersihan alat kelamin, hubungan  seks dengan laki2 yang memiliki pasangan penderita kanker leher rahim dan akibat merokok.

Berdasarkan data  Departemen Kesehatan (DEPKES) di indonesia terdapat 90-100 kasus kanker leher rahim per 100.000 penduduk. Setiap tahun terjadi 200.000 kasus kanker leher rahim. Untuk jenis kanker reproduksi yang perlu juga di waspadai di indonesia, selain kanker leher rahim adalah kanker indung telur atau ovarium.

Meskipun kekerapan kanker ovarium  menempati urutan kedua dari keseluruhan kanker ginekologi, tapi angka kematiannya cukup tinggi. Ini di sebabkan perjalanan penyakit ovarium berlangsung secara tersembunyi sehingga diagnosis sering di temukan pada waktu pasien dalam keadaan stadium lanjut.

Sekitar 70-80% kanker ovarium di temukan pada waktu telah terjadi anak sebar. Mayoritas penderita kanker ovarium tidak menunjukkan gejala sampai periode waktu tertentu. Pada stadium awal kanker ovarium muncul dengan gejala gejala tidak khas.  Bila penderita dalam usia menopause awal, keluhan mereka adalah haid tidak teratur.

Sementara bila masa tumor telah menekan kandung kemih, keluhan yang sering terjadi adalah sering berkemih. Namun meski kanker ovarium sulit di deteksi hal minimal yang bisa dilakukan adalah melakukan pemeriksaan fisik dan panggul secara rutin tiap tahun.

Lebih kurang setengah kasus kanker indung telur ditemukan pada perempuan yang telah berusia lebih dari 60 tahun. Artinya kanker indung telur berkembang subur setelah seorang perempuan memasuki masa menopause.

Hingga saat ini belum di ketahui secara pasti apa penyebab kanker ovarium. Faktor pemakaian obat secara berlebihan dicurigai sebagai salah satu pemicunya.  Selain ini penggunaan obat obat kesuburan dalam waktu lama juga di pandang  dapat meningkatkan resiko. Faktor genetika bisa juga menjadi acuan, sebab sebanyak 10% penderitanya ternyata memiliki keluarga yang juga mengalami kanker ovarium.

Dan seperti kanker jenis lain, tidak ada pengobatan yang ampuh untuk menyembuhkan kanker ginekologi jika sudah dalam stadium lanjut. Karena itu kankaer sebenarnya bisa dicegah dengan pola hidup sehat, menjaga keseimbangan makan, banyak mengkonsumsi sayur dan buah segar, menghindari asap roko, menjaga perilaku seksual secara baik, melakukan pemeriksaan rutin dan memeriksakan diri jika ada benjolan yang tidak biasa.

Kanker ginekologi dapat di sembuhkan bila di jumpaipada tahap awal. Semakin cepat kanker di temukanmaka makin mudah penanganannya dan semakin besar harapan sembuh, jadi jangan remehkan kesehatan organ reproduksi.

tisu majakani
Menjaga Kesehatan Organ Intim Wanita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *