Hamil Anggur dan Bahayanya

hamil anggur
ForediGel.my.id

Hamil anggur dalam bahasa kedokteran disebut juga Mola Hidatidosa adalah suatu kehamilan yang tidak normal karena pada kehamilan ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang luar biasa dari sel ari-ari (plasenta).

Pertumbuhan sel ari-ari yang berlebihan tersebut membentuk gelembung-gelembung seperti buah anggur, kehamilan anggur umumnya tidak disertai dengan perkembangan janin bahkan lebih sering pada kehamilan anggur tidak dijumpai adanya janin.

Hamil anggur yang tidak ada janin disebut hamil anggur komplet, sedangkan kehamilan anggur yang disertai janin disebut hamil anggur tidak komplet.

Penyebab timbulnya kehamilan anggur sampai saat ini masih belum jelas, diduga kehamilan ini timbul karena sel telur yang tidak berisi faktor keturunan dibuahi sel sperma.

Pembuahan yang terjadi akibat hilangnya faktor keturunan ini dapat dilakukan oleh satu sperma bahkan dapat pula oleh dua sperma, pada perkembangannya kehamilan ini hanya punya faktor keturunan dari ayah, tidak mempunyai faktor keturunan dari ibu.

Yang menarik pada ibu yang hamil anggur kadar vitamin A lebih rendah dibandingkan dengan kadar vitamin A ibu yang hamil normal, tetapi secara pasti bagaimana mekanisme kejadian hamil anggur dengan rendahnya kadar vitamin A masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Hamil anggur bila masih kecil sering kali belum menimbulkan gejala tetapi gejala yang paling sering keluhan mengeluarkan darah pada saat kehamilan, pendarahan yang terjadi sangat bervariasi dari pendarahan yang sedikit sampai banyak.

Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) merupakan alat bantu diagnostik yang cukup penting artinya untuk melihat dan mengetahui keadaan kehamilan, biasanya hamil anggur pada tingkat yang masih dini akan dapat diketahui melalui pemeriksaan USG. Terlebih lagi bila hamil anggur tersebut telah besar.

Adapun gejala yang ditimbulkan umumnya tidak berbeda dengan gejala kehamilan pada umumnya, seperti gejala terlambat haid yang disertai muntah-muntah, pusing, sakit kepala ataupun sering buang air seni, namun gejala yang lebih spesifik pada kehamilan anggur adalah cepat besarnya rahim sehingga ukuran pembesaran rahim lebih besar dari ukuran rahim pada umumnya pada usia kehamilan yang sama.

Gejala pembesaran rahim yang lebih cepat dapat terjadi pula pada kehamilan kembar, tetapi seorang dokter umumnya akanmelakukan pemeriksaan lanjut bila dijumpai pembesaran rahim yang lebih cepat.

Hamil anggur umumnya akan menyebabkan keguguran dan pendarahan yang terjadi, umumnya lebih banyak sehingga sering kali menyebabkan gejala kekeurangan darah yang cukup parah sehingga memerlukan pemberian darah melalui tranfusi darah, gelembung-gelembung seperti anggur seringkali keluar melalui kemaluan

Bahayanya hamil anggur adalah komplikasi yang sering terjadi pendarahan terutama bila cukup banyak tentunya dapat menimbulkan bahaya lain, antara lain kekurangan darah yang pada derajat berat dapat menyebabkan kematian.

Sedangkan komplikasi lainnya adalah terjadinya perubahan sel ari-ari tersebut menjadi sel yang bersifat seperti ganas (sel kanker), kurang lebih 20 persen ibu penderita yang hamil anggur akan menderita komplikasi ini.

Sel kanker ini dapat tumbuh dan masuk kedinding rahim, demikian ganasnya masuk kedinding rahim seringkali menembus seluruh dinding rahim sehingga menyebabkan pendarah dari rahim kedalam perut, perubahan menjadi ganas ini dalam dunia kedokteran dikenal sebagai penyakit Trofoblas Ganas (TPG).

Pada TPG sel kanker tersebut dapat menyebar melalui pembuluh darah ke organ lainnya seperti ke paru-paru, otak, hati, tulang dan usus.

Bila seorang ibu telah di diagnosa kehamilannya adalah kehamilan anggur maka kehamilan tersebut harus segera dikeluarkan atau dikiret sedot untuk mencegah komplikasi yang dapat terjadi. Pengeluaran kehamilan dengan kiret sedot dinilai lebih menguntungkan karena tindakannya lebih cepat dengan pendarahan yang jauh lebih sedikit.

Pengeluaran hamil anggur harus dilakukan sampai bersih karena bila ada jaringan hamil anggur yang tertinggal jaringan tersebut masih dapat tetap tumbuh, oleh karena itu sering kali kiret dilakukan sampai 2 kali.

Selanjutnya jaringan yang dikeluarkan lewat kiret dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan diagnosis histologi, setelah dikiret ibu yang telah menderita hamil anggur tersebut harus diamati dan harus diperiksa secara teratur sampai dinyatakan sembuh.

Bila telah dinyatakan sembuh maka ibu tersebut dapat hamil lagi, biasanya pengamatan dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan kelamin luar dan dalam dari penderita serta memeriksa kadar beta HCG dalam darah.

Bila kadar beta HCG masih diatas normal setelah kiret, tetapi kemudian berangsur akan menurun secara lambat sehingga umumnya akan menjadi nilai dibawah normal pada 14 minggu setelah kiret.

Bila pada pengamatan dijumpai kadar beta HCG yang meningkat pada pemeriksaan 3 kali berturut-turut berarti terjadi perkembangan dari sel ari-ari hamil anggur demikian juga bila kadar beta HCG diatas normal setelah 14 minggu maka keadaan ini merupakan indikasi terjadi PTG.

Pengobatan yang diberikan bila terjadi perubahan menjadi PTG dengan pemberian obat-obatan pembunuh sel kanker atau yang dikenal dengan sitostatika atau kemoterapi, sedangkan pengobatan dengan pengangkatan rahim bila sel ari-ari telah menembus dinding rahim yang menyebabkan pendarahan didalm perut.

Demikian pula bila dengan pengobatan kemoterapi tidak memberi hasil perbaikan dan menimbulkan pendarahan yang serius maka pengangkatan rahim merupakan indikasi.

ladyfem
Meningkatkan Libido Wanita

Semoga bermanfaat

Salam Bahagia dan Harmonis ForediGel.my.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *