EJAKULASI DINI : Pengertian, Penyebab dan Cara Mengatasi

Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

Artikel ini ditulis dan diterbitkan berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber yang ada di internet tentang ejakulasi dini. Begitu banyaknya informasi tentang ejakulasi dini, dan seringkali membuat bingung khususnya buat Anda yang sedang mengalami ejakulasi dini. Dan semoga artikel ini tidak menjadikan Anda kebingungan ke sekian kalinya. Penulis sendiri berusaha untuk merangkum semua pengetahuan yang umumnya dari para dokter maupun website kesehatan tentang ejakulasi dini.

Ejakulasi Dini, Malukah?

mengatasi ejakulasi dini

Ejakulasi dini sering kali diasosiasikan terkait dengan kejantanan seorang pria. Karena hal itu hampir tak ada seorang pria pun yang mau bercerita dirinya bahwa dia mengalami ejakulasi dini, kecuali jika dia memang sedang serius melakukan terapi atau pengobatan bersama dokternya.

Mengapa demikian? Sebab ejakulasi dini kerap dianggap memalukan. Alasannya karena tidak mungkin seseorang yang ingin dikatakan dirinya tidak jantan? Sering KO di ranjang berhadapan dengan istri hanya hitungan menit? bahkan baru nempel langsung keluar. Seolah-olah memang kepuasan yang terjadi diranjang hanya terkait dengan kejantanan. Itu menentukan faktor lain, seperti keharmonisan rumah tangga, komunikasi dan mencari solusi bila ada di antara salah satu pasangan yang merasakan tidak puas.

Maka, dengan segala kurang lebihnya, mari kita simak beberapa paparan dan penjelasan singkat tentang ejakulasi dini, penyebab dan tips (cara) pengobatannya berikut ini.

Tentang Ejakulasi

Ejakulasi Dini

urologi

Sebelum sampai pada penjelasan tentang ejakulasi dini, ada baiknya memang mengupas terlebih dahulu tentang ejakulasi. Apa itu ejakulasi? Dalam pengertian yang gampang dan mudah diingat dalam pengertian hubungan intim (seksual), ejakulasi adalah keadaan dimana ditandai dengan keluarnya cairan semen yang mengandung sperma dari suatu Mr P atau penis. Keadaan ini lazim disertai dengan keadaan tubuh yang disebut sebagai “orgasme”.

Ejakulasi lazim terjadi karena adanya suatu rangsangan atau stimulasi yang terjadi pada penis baik secara langsung maupun tidak langsung. Akibat stimulasi tertentu ini, maka penis akan mengalami ereksi. Ereksi adalah keadaan di mana otot-otot penis keras atau menegang karena rongga didalam penis dialiri darah bersama dengan oksigen. Aliran darah di dalamnya mengakibatkan Mr P tidak lembek, maka ketika aliran darah bersama dengan oksigen tidak bisa maksimal mengalir ke penis maka akan menjadi lembek (keadaan normal tanpa stimulasi).

Intinya, ejakulasi terjadi karena adanya ereksi dan mengeluarkan cairan sperma (lelaki) yang biasanya dialami bersamaan dengan orgasme. Dalam hubungan intim, ejakulasi terjadi akibat adanya rangsangan dengan lawan jenis, baik rangsangan fisik (langsung) maupun visual (imajinasi). Namun ejakulasi juga terjadi walaupun tanpa rangsangan lawan jenis, melainkan dilakukan dengan fantasi tertentu.

Kriteria Disebut Ejakulasi Dini

ejakulasi-diniUntuk menyebut seseorang mengalami ejakulasi dini atau tidak, sampai sekarang pendapat diantara para ahli memang masih simpang siur. Artinya tidak ada ukuran yang pasti. Apakah seseorang yang mengalami ejakulasi dalam kurun waktu tertentu itu disebut ejakulasi atau tidak semuanya bersifat relatif.

Namun demikian, para ahli tidak jarang juga membuat ukuran-ukuran tertentu tentang ejakulasi dini agar bisa dipahami lebih mudah dan dapat memperoleh pencegahan yang tepat. Misalnya ejakulasi dini diukur dari waktu , jadi bila ejakulasi terjadi kurang dalam waktu 2 menit maka itu sudah bisa disebut ejakulasi dini.

Ada pula dengan ukuran kemampuan pria dalam mempertahankan ejakulasi dalam melakukan hubungan intim. Ukurannya ditentukan dari seberapa besar efek gesekan atau goyangan yang bisa ditahan oleh Mr.P atau penis agar tidak terjadi ejakulasi. Bila sebelum 10-20 goyangan sudah ejakulasi maka keadaan itu sudah bisa disebut dengan ejakulasi.

Jadi Ejakulasi Dini adalah …

makna-ejakulasi diniEjakulasi dini intinya adalah suatu kondisi tentang ketidakmampuan seseorang baik pria maupun wanita saat menahan ejakulasi, bahkan kehilangan kendali untuk mencapai klimaks bersama dengan pasangannya. Ejakulasi tak lagi bisa dikendalikannya dalam kurun waktu tertentu dan terjadi dalam tempo yang relatif cepat. Dan dampaknya adalah pasangan merasakan ketidaknyamanan tertentu dalam hubungan seksual. Itulah ejakulasi dini.

Mengapa perlu menandai ejakulasi dini dengan waktu? Sebab dari istilah “dini” yang selalu berpasangan pada ejakulasi adalah istilah yang menunjuk pada waktu. Ejakulasi dini sendiri lazimnya dan paling banyak diderita oleh kaum pria (walaupun beberapa wanita juga mengalami demikian). Gejala ini ditandai suatu ketidakmampuan dalam menahan desakan akan terjadinya ejakulasi ketika mendapatkan rangsangan seksual. Para ahli mengatakan bahwa rendahnya daya tahan tubuh ini ada kaitannya dengan lemahnya fungsi saraf parasimpatis di satu sisi, dan di sisi lain adalah menguatnya fungsi simpatis tubuh.

Sudah dipahami secara umum bahwa masalah ejakulasi dini (wikipedia) merupakan momok dan permasalahan utama pasangan (istri) terhadap suaminya. Artinya bila tidak ditanggapi dengan serius dan dicarikan jalan keluarnya (solusi), hal ini sering memicu masalah lain yang lebih berat, misalnya keretakan rumah tangga, perselingkuhan, ketidak harmonisan rumah tangga, ketidak bahagianya rumah tangga maupun sampai masalah perceraian. Dengan kata lain, tak seorang pria pun menginginkan ejakulasi dini pada dirinya, sebaliknya tak seorang istri di dunia ini menginginkan suaminya mengalami masalah ejakulasi dini.

Definisi yang umum tentang ejakulasi dini adalah bila seorang pria sudah mengalami ejakulasi dengan keluarnya cairan sperma sebelum waktu dua menit atau sebelum waktu yang di inginkan. Zoya Amirin, seorang psikolog yang terkenal mengatakan bahwa pria yang mengalami ejakulasi dini itu bila ejakulasinya di bawah dua menit, Jadi bila dia ejakulasi di atas 2 menit itu walaupun terhitung sebentar, tapi itu secara psikis belum termasuk ejakulasi dini.

Intinya ejakulasi dini berarti saat pria tidak dapat mengendalikan keluarnya sperma sehingga ia gagal membuat pasangannya mencapai puncak kenikmatan dalam berhubungan intim. Hanya saja secara medis tidak ada ukuran yang pasti serta kepastian waktu untuk bisa dikatakan bahwa seorang pria mengalami ejakulasi dini atau tidak.

Ejakulasi dini sering disingkat pula dengan istilah “ED”. Para ahli menyatakan bahwa kondisi tersebut termasuk dalam kategori disfungsi seksual. Ejakulasi dini memang banyak dialami kaum pria. ED berbeda dengan disfungsi ereksi, namun beberapa faktor penyebabnya ada kesamaan.

Umumnya banyak kaum lelaki didunia ini yang sudah mengalami ejakulasi dini, namun ia sendiri tidak menyadari bahwa dirinya mengalami ejakulasi dini sebagai bentuk dari gangguan fungsi seksual yang perlu penanganan atau terapi tertentu untuk mengatasinya. Biasanya semua itu dimulai dengan respon pasangan atau juga kesadaran sendiri untuk mendeteksinya, yakni klimaks dalam hubungan intim jarang dicapai bersama-sama. Umumnya mereka mengeluh pada dirinya, mengapa proses ejakulasinya sangat cepat terjadi.

Macam-macam Ejakulasi Dini

Seringkali “KO” alias “cepat keluar” dalam pertandingan? Berapa lama KO nya? Itu menandakan level parah tidaknya ejakulasi dini yang diderita seseorang.

Secara umum seperti sudah sering diketahui, ejakulasi dini dibagi menjadi tiga level dilihat dari sudut pandang keparahannya, yakni :

  1. Ejakulasi dini tingkat ringan.
  2. Ejakulasi dini tingkat sedang.
  3. Ejakulasi dini tingkat berat.

Seseorang disebut mengalami ejakulasi dini dalam level tertentu tergantung dari berapa lama dia menahan ejakulasi apabila ia melakukan peneterasi namun justru sudah ‘keluar’ sperma (orgasme).

Lebih jauh dapat diterangkan secara ringkas, bahwa berdasarkan tingkat atau level parah tidaknya, sebagai berikut:

  1. Ejakulasi Dini Tingkat Ringan: yakni bila ejakulasi terjadi setelah hubungan seksual berlangsung dalam beberapa kali gesekan yang singkat, mungkin di bawah 2-3 menit.
  2. Ejakulasi Dini Tingkat Sedang: yakni bila ejakulasi tiba-tiba terjadi tanpa bisa dikendalikan sesaat setelah penis masuk ke liang senggama terjadi hanya dalam beberapa kali gesekan singkat. Ini terjadi selain karena seseorang mengalami dorongan kuat dalam hubungan intim, juga karena masalah penyakit tertentu (psikis dan non psikis).
  3. Ejakulasi Dini Tingkat Berat: yakni ejakulasi langsung terjadi otomatis saat Mr.P atau penis menyentuh sedikit saja liang senggama wanita bagian luar, bahkan belum masuk (penetrasi) sudah keluar.

Tentu saja hubungan intim seperti ini tidak banyak memuaskan pasangan, karena itu perlu penanganan lebih lanjut. Dengan mendeteksi gejala dan penyebab terjadinya ejakulasi dini akan mudah ditemukan cara untuk mengatasinya.

Ada mitos yang mengatakan ejakulasi tak dapat disembuhkan. Barangkali hal tersebut benar, karena yang bisa dilakukan adalah terapi bagaimana mengatasinya. Namun separah apapun, ejakulasi dini tetap bisa diatasi dengan beragam pengobatan herbal dewasa ini, jadi jangan terlalu khawatir akan mitos bahwa ejakulasi dini tidak bisa disembuhkan.

Yang pasti bahwa apapun level ejakulasi dini seseorang, hal tersebut langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan yang didapat dalam sebuah hubungan intim. Terutama dalam hubungan di rumah tangga antara suami-istri, hal ini bisa memicu masalah-masalah berat lainnya seperti putusnya komunikasi dan retaknya mahligai rumah tangga.

Dari paparan adan penjelasan diatas maka ejakulasi dini (apapun tingkat levelnya) adalah sejenis gangguan atau disfungsi seksual yang sebaiknya jangan dibiarkan, tapi perlu dicarikan solusi atau jalan penyelesaiannya dengan beragam cara atau metode.

Faktor Penyebab Ejakulasi Dini

tips-atasi-ejakulasi-diniUntuk mendapatkan penanganan yang tepat atas masalah ejakulasi dini, perlu diketahui terlebih dahulu apa sebenarnya penyebab ejakulasi dini. Karena tanpa mengetahui akar persoalan yang menyebabkan terjadinya ejakulasi dini mustahil mendapatkan pengobatan yang tepat. Bisa-bisa penanganan yang dilakukan pun tidak membawa dampak yang positif (gagal).

Menurut berbagai bacaan (sumber), umumnya ejakulasi dini diakibatkan karena adanya sebuah gangguan yang bersifat psikofisiologik. Jadi selain karena masalah anatomis, seringkali ED atau ejakulasi dini disebabkan karena masalah psikologis.

Keadaan ejakulasi dini yang disebabkan oleh masalah psikis terjadi pada saat penderita tidak mampu mengendalikan ejakulasi selama berhubungan intim. Ada masalah kecemasan dalam hubungan intim tersebut apakah ia bisa bertahan lebih lama untuk memberikan kepuasan kepada pasangannya atau tidak, itu juga menjadikan seseorang berpotensi untuk mengalami ejakulasi dini (ED). Apalagi bila sebelumnya seseorang pernah merasakan bahwa dia tidak tahan lama dalam berhubungan intim, kecemasan secara psikis juga semakin memuncak dan ujung-ujungnya hanya akan memperparah penderitaan ejakulasi dini nya.

Ejakulasi dini secara umum dapat diakibatkan oleh berbagai faktor. Ada yang mengatakan bahwa kebiasaan untuk mencapai orgasme dan ejakulasi secara tergesa-gesa, misalnya dengan masturbasi ataupun onani, KONON akan mengakibatkan ejakulasi, walaupun sebagian ahli mengatakan bahwa itu hanya mitos belaka.

Namun secara anatomis, kekurangan fungsi serotonin, yakni suatu bahan neurotransmiter yang berfungsi menghambat ejakulasi, ini diyakini merupakan salah satu penyebab ejakulasi dini. Selain itu masalah lain adalah adanya gangguan kontrol saraf yang berfungsi untuk mengatur ejakulasi itu sendiri. Hal ini berkait dengan masalah hipersensitivitas refleks dalam ejakulasi.

Karena itulah lazim dan perlu diketahui bahwa lelaki yang mengalami disfungsi ereksi atau gangguan ereksi lainnya biasanya mengalami ejakulasi dini. Hal ini juga berlaku sebaliknya, yakni seorang lelaki yang menderita ejakulasi dini pada akhirnya berpotensial mengalami gangguan seksual lain yang menakutkan, yakni disfungsi ereksi.

Pada kenyataannya bahwa ejakulasi dini adalah problem atau permasalahan terbesar bagi kaum pria. Bahkan ada artikel yang menulis, sekitar 90 persen penyebab ejakulasi dini adalah masalah psikologis daripada anatomis. Zoya Amirin seorang seksolog memaparkan bahwa pria dengan ejakulasi dini akibat terlalu senang saat berhubungan intim atau bahkan belum pernah bercinta sebelumnya. Mereka yang mengalami ejakulasi terlalu cepat itu adalah sebab dia tidak mampu mengendalikan emosi dan ejakulasi nya.

Dari berbagai sumber bacaan tentang ejakulasi dini, setidaknya faktor-faktor berikut ini kami sajikan secara ringkas yaitu alasan penyebab atau pemicu ejakulasi dini seseorang. Di antaranya adalah:

  1. Berkurangnya kondisi jumlah serotonin dalam otak dan saraf dalam tulang belakang, dimana hal ini ternyata akan memodulasi pergantian fungsi otonom otak dari MODE PARASIMPATIS menuju MODE SIMPATIS. Perlu diketahui bahwa mode simpatis inilah kendali di mana fungsi saraf akan mendorong proses ejakulasi. Maka akibat terjadi kurangnya serotonin secara berlebihan inilah yang akan memicu perubahan dopamine atau norepinefrin menjadi adrenalin (epinefrin) dalam mode simpatis tubuh. Keadaan ini akan mengakibatkan terjadinya perubahan suasana hati, menimbulkan kecemasan dan stres, bahkan sampai masalah hipertensi dan kelelahan.
  2. Keadaan penipisan otak dan penurunan tingkat asetilkolin sinaptik bagi komunikasi saraf, penginderaan dan fungsi pergantian energi yang diperlukan mode parasimpatis. Hal ini juga didukung adanya penurunan fungsi organ seks ketika ereksi terjadi. Di sisi lain, defisiensi dari asetilkolin ini menjadi penyebab masalah impotensi dan ereksi lemah yang memicu terjadinya ejakulasi dini. Secara medis, hal ini akan menurunkan fungsi hati, fungsi adrenal dan testis yang mengakibatkan tubuh kekurangan Nitric Oxide, DHEA, androstenedion dan testosteron. Seseorang yang kehilangan libido umumnya terjadi karena kurangnya hormon seks yang menyebabkan pria kehilangan libido.
  3. Masalah rendahnya hormon Dopamin dalam otak juga bisa melemahkan fungsi hipofisis-testis dan fungsi tiroid. Akibatnya seseorang akan mengalami defisiensi testosteron, kehilangan kejantanan, dan kehilangan rasa percaya diri. Ini juga penyebab seseorang mengalami masalah ejakulasi dini.
  4. Ejakulasi dini juga terjadi karena adanya abrasi pada saluran-saluran ejakulasi prostat dan neuromuskuler. Saat tubuh menerima rangsangan seksual sedikit saja, maka ini bisa menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Bahkan saat stimulasi seksual itu terjadi hanya dalam hal penglihatan, pendengaran maupun dengan penetrasi. Hal itu mengakibatkan ukuran prostat akan membesar dan melemahkan kekuatan sperma untuk menyemprot saat terjadi ejakulasi. Kontrol air seni juga akan mengendur.
  5. Bagi seseorang yang terlalu banyak melakukan masturbasi dan onani perlu sedikit waspada. Konon aktivitas ini juga menjadi penyebab ejakulasi dini. Penyebabnya karena dengan terlalu banyak onani bisa mengakibatkan prostat akan menghasilkan banyak hormon testosteron. Onani atau masturbasi yang terlalu sering akan mengakibatkan ejakulasi dini terutama bila hal itu dilakukan dengan teknik tidak benar. Mengapa demikian? Sebab terlalu sering melakukan onani atau masturbasi maka akan menyebabkan tubuh terbiasa berada dalam kondisi simpatis, di mana kondisi itulah yang mendorong suatu ejakulasi terjadi. Jadi akibat terlalu sering ejakulasi mengakibatkan prostat memiliki refleks atas ejakulasi. Inilah yang mendorong ejakulasi dini lebih mudah terjadi.
  6. Tahukah Anda bahwa untuk memperpanjang ereksi sampai mencapai 2-3 jam, kondisi tubuh memerlukan banyak hormon seperti DHEA, androstenedion, testosteron dan estrogen. Nah karena terlalu sering mengeluarkan cairan, maka kelenjar bulborethal yang mengandung prostaglandin E-2 yang merangsang pematangan atau pembukaan katup ejakulasi. Ejakulasi dini potensial terjadi dalam keadaan seperti ini.
  7. Masalah anatomis lainnya akibat rendahnya produksi prostaglandin E-1 (PGE-1). Ini terjadi karena penipisan zat kimia dan hormon. PGE-1 akan melemaskan jaringan spons penis dan meningkatkan sarap parasimpatis untuk ereksi yang keras. Untuk diketahui bahwa PGE-1 dapat menyebabkan penis ereksi dan bertambah panjang.

Selain masalah-masalah yang bersifat anatomis di atas, umumnya ejakulasi dini terjadi karena problem psikis. Banyak keadaan yang menjadi penyebab ejakulasi dini secara psikis. Gugup dan gelisah atau bahkan karena terlalu semangat (senang) bisa potensial seseorang tidak bisa mengendalikan ejakulasi dini. Dalam hubungan terlarang, perasaan bersalah, takut hamil atau takut gagal dalam berhubungan juga menjadi penyebab ejakulasi dini terjadi.

Jadi intinya faktor penyebab ejakulasi dini bisa berasal dari sumber fisik atau psikologis. Faktor fisik ini mengakibatkan terjadinya masalah ejakulasi dini dikarenakana infeksi prostat, penyakit yang mempengaruhi sistem saraf, atau lemahnya otot yang mengendalikan ejakulasi. Sedangkan faktor psikologisnya bisa berasal dari berbagai hal psikis manusia. Misalnya nafsu yang terlalu menggebu, ketidakmampuan mengontrol tingkat gairah dan rangsangan, keadaan stress dan rasa takut atau cemas, adanya depresi dan problem emosi lainnya. Ada pula rasa khawatir karena tidak bisa memuaskan pasangan, bisa menjadi penyebab seseorang mengalami ejakulasi dini.

Jadi, penyebab ejakulasi dini lainnya secara ringkas dikarenakan adanya kondisi fisik yang mengalami gangguan. Misalnya karena darah dalam Mr.P tidak mengalir secara sempurna diakibatkan penyakit seperti darah tinggi, kolesterol, diabetes, dan pengerasan arteri. Selain itu juga karena adanya trauma saraf karena penyakit yang mengganggu hubungan sistem saraf dengan alat vital. Contoh karena cedera tulang belakang, multiple sclereosis, stroke dan operasi prostat.

Tapi yang paling banyak penyebab terjadinya ejakulasi dini adalah ejakulasi dini karena kondisi psikologis, seperti gelisah dan stres. Juga karena terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan yang mempunyai efek samping terhadap seksual. Demikian pula bila terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, merokok dan narkoba.

Ejakulasi Dini pada Wanita

Berbicara soal ejakulasi dini pada wanita mungkin terasa kurang akrab ya, karena umumnya pembicaraan tentang ejakulasi dini selalu terkait dengan kaum pria. Bila bicara tentang orgasme wanita mungkin sudah banyak kita baca. Ya mereka mengalami orgasme alias ejakulasi pula seperti pria, bahkan kaum wanita mengalami apa yang disebut sebagai multi orgasme, sesuatu yang sangat jarang terjadi pada kaum pria.

Namun faktanya, ejakulasi dini pada kaum wanita itu memang ada. Seperti sebuah penelitian yang pernah menemukan bahwa ejakulasi dini itu terjadi pula pada kaum wanita. Benarkah demikian?

Memang kenyataannya sangat sedikit paparan dan penjelasan mengenai ejakulasi dini pada wanita. Salah seorang peneliti di Portugal pun melakukan penelitian tentang ejakulasi dini pada kaum wanita. Penelitian ini menyambung riset sebelumnya pada 2005 di University of Chicago yang meneliti hal serupa dan menyatakan hampir 10% wanita merasakan orgasme terlalu cepat. Ialah orgasme yang terjadi sebelum mereka menghendakinya, dan itu disebut sebagai ejakulasi dini pada wanita.

Berbicara tentang orgasme prematur pada wanita, sama dengan lelaki juga membahas tentang kemampuan tubuh dalam mengendalikan orgasme. Ada 17% wanita mengaku mengalami ejakulasi dini hampir setiap bercinta. Dan ada 14% kaum hawa mengeluh kemampuan mereka yang kehilangan kendali untuk mengontrol orgasme.

Namun demikian dari prosentase itu, kebanyakan justru wanita yang tidak mengalami orgasme sama sekali. Jumlahnya cukup besar yakni 41%. Dan sisanya sekitar 44% kaum wanita justru tidak tahu dan tidak paham apa itu orgasme, kapan mereka mengalami orgasme.

Dari paparan tersebut dapat ditarik benang merah (kesimpulan) bahwa sebetulnya ejakulasi dini juga bisa terjadi pada kaum wanita, kendatipun prosentasenya tidak sebanyak pada kaum pria. Sebagian dari mereka, berbeda dengan kaum lelaki yang menganggap itu merupakan masalah serius, hanya sedikit sekali dari wanita yang menganggap ejakulasi dini pada dirinya sebagai masalah serius dalam kehidupan seksualnya.

Sebagian menyatakan ejakulasi dini wanita terjadi karena mereka terlalu bersemangat dan senang saat bercinta. Bisa saja karena tenggat waktu yang lama dalam berhubungan intim dengan suami. Gelora sangat menggebu dan tak tertahankan, sehingga hanya sekali dua kali stimulasi saja sudah terjadi orgasme.

Cara Alami Mengatasi Ejakulasi Dini

Sebagai suatu gangguan organ seksual, ejakulasi dini bisa diatasi dengan beragam cara. Asal sejak awal sudah tahu faktor penyebab ejakulasi dini dan proses mengatasinya, jadi bisa dipilih dan ditentukan. Itulah pentingnya memahami sejak dini apa yang menjadi penyebab dari ejakulasi dini seseorang.

Cara mengatasi ejakulasi dini, dengan demikian pertama kali harus dipahami sebab musababnya lebih dahulu. Apalagi bila penyebab ejakulasi dini adalah faktor penyakit, maka dokter atau ahli biasanya lebih cocok untuk mendiagnosis dan memberikan solusi.

Dengan adanya gangguan aktivitas seksual berupa ejakulasi dini, seseorang tidak bisa secara maksimal melakukan aktivitas seksual, bahkan tak jarang yang tidak bisa melakukannya sama sekali. Ejakulasi prematur apabila tidak diatasi dengan tepat dan cepat dikhawatirkan akan mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Beberapa kalangan menyarankan untuk mengatasi ejakulasi dini dengan beberapa cara sebagai berikut:

  1. Mencari posisi bercinta yang cocok dan disepakati berdua. Bagi pasangan suami istri, mencari posisi hubungan intim yang tepat ini penting karena masing-masing akan mengetahui posisi seperti apa yang bisa menjadikan hubungan lebih tahan lama. Gunakan posisi tersebut untuk memberi sang istri mencapai orgasme lebih dahulu.
  2. Berusaha untuk mengalihkan konsentrasi saat dirasakan orgasme akan segera datang dalam waktu relatif cepat. Tips ini cukup efektif karena ketika pikiran tidak 100% berada dalam kendali seksual, seseorang bisa menghindari terjadinya ejakulasi dini.
  3. Menggunakan kondom untuk mengurangi sensitivitas pada Mr P. Ada yang menyarankan agar menggunakan kondom dalam ukuran tebal, menggunakan gel herbal, atau sex toys dan alat bantu seks lainnya dalam rangka mengurangi stimulasi seksual seksual.

Ada cara lain untuk mengatasi ejakulasi dini adalah dengan melakukan terapi seks. Di sini penderita diterapi melakukan latihan untuk mengontrol ejakulasi dengan bantuan pasangannya. Harus ada komunikasi dan kerja sama yang baik dengan istri agar terapi seperti ini berhasil. Bila sang pria enggan berkomunikasi dengan istrinya, maka kebanyakan hal ini tidak berlaku sama sekali. Mereka cenderung biasanya memilih berkonsultasi dengan dokter atau ahlinya.

Bila masalah ejakulasi dini karena masalah psikologis (stres, kecemasan dan seterusnya), maka cara terbaik untuk mengatasi ejakulasi dini seperti ini adalah dengan melalui layanan konseling. Masalah kecemasan atau depresi adalah masalah kejiwaan yang serius, dan bisa diatasi dengan terapi tertentu dengan lebih intensif melakukan komunikasi dengan pasangan. Konseling psikologis diperlukan agar seseorang bisa belajar strategi mengatasi kecemasan dan yang terpenting adalah meningkatkan daya tahan kejiwaan mereka menghadapi beragam masalah.

Tips lain untuk mengatasi ejakulasi dini yang sederhana dan efektif adalah latihan mengontrol ejakulasi. Seperti yang telah diterangkan di atas, latihan ini berkaitan dengan pola pengaturan bagaimana melakukan kendali atas ejakulasi. Dalam posisi bercinta, teknik ini harus dikomunikasikan dengan sang istri agar ejakulasi dini bisa dikendalikan. Selama beberapa waktu, latihan ini bisa berhasil bila pasangan memahami hal-hal yang bisa dihambat dan dikendalikan saat ejakulasi akan berlangsung.

Teknik Pernafasan Atasi Ejakulasi Dini

Jack Grave seorang penulis “Ejaculation Guru” memaparkan beberapa teknik dan tips yang digunakan untuk mengatasi ejakulasi dini. Ia mengklaim 95% caranya efektif untuk mengatasi ejakulasi dini.

Karena ejakulasi terjadi dengan tanda otot yang menegang khususnya dikaki dan bokong, maka Grave pun menyarankan seorang pria harus berhasil mengontrol ketegangan otot di daerah tersebut selama bercinta. Dengan kemampuan mengontrol ketegangan otot di sana, ia mengatakan ejakulasi dini bisa dihindari dan hubungan intim pun bisa lebih lama.

Grave pun menyarankan untuk melakukan pengendalian pernapasan dalam rangka mengatur ketegangan otot. Karena saat pria bercinta yang terjadi adalah bernafas pendek sangat cepat tanpa disadari, maka latihan untuk mengontrol pernafasan sangat penting dilakukan.

Nafas pendek menyebabkan otot lebih cepat tegang, dan hal tersebut lebih mudah menjadikan ejakulasi terjadi. Karena itu dapat kita rasakan kalau bernapas pendek dan cepat maka tubuh akan seketika menegang. Karenanya ejakulasi biasanya terjadi lebih cepat.

Latihan yang disarankan adalah melakukan pernapasan dengan perlahan dan berat. Bernafas panjang, mengalihkan konsentrasi saat bercinta, ternyata memang lebih efisien dan sangat membantu seseorang untuk mengendalikan terjadinya ejakulasi. Olahraga yoga atau tai-chi dalam konteks pernafasan ini jadi metode agar seseorang bisa mengendalikan pernafasan dengan baik dan teratur.

Mitos-Mitos Soal Ejakulasi Dini

Namanya juga mitos ya, ada yang sering dipercaya walaupun tingkat kebenarannya seringkali masih harus dipertanyakan. Dalam pergaulan sehari-hari begitu banyak mitos seks yang berkembang. Begitu pula dalam hal ejakulasi dini. Ada banyak mitos yang berkembang, misalnya apakah keseringan dalam masturbasi akan menimbulkan ejakulasi dini.

Ian Kerner adalah seorang terapis seks. Ia memaparkan bantahan atas beberapa mitos seks yang terkait dengan ejakulasi dini di mana selama ini banyak sekali dipercayai oleh orang. Ian Kerner, seorang penulis buku She Comes First kerap menangani berbagai kasus ejakulasi dini.

Berikut ini adalah 4 mitos utama yang dipaparkan Ian pada Ask Men:

  1. Ada mitos yang berkembang bahwa ejakulasi dini akan berkurang seiring pertambahan usia. Benarkah demikian? Ternyata memang sebagian besar pria menderita ejakulasi dini dalam kondisi parah, dan celakanya tidak tahu apa yang harus diperbuat untuk mengatasinya. Justru semakin bertambah usia, tanpa penanganan yang baik atas derita ejakulasi dini tersebut justru akan semakin bertambah parah dan mengakibatkan gangguan organ seksual yang lebih jauh lebih buruk, yakni disfungsi ereksi.
  2. Kebiasaan orang bermasturbasi atau beronani, katanya akan mengakibatkan resiko ejakulasi dini. Benarkah demikian? Ian Kerner mengatakan bahwa kebiasaan masturbasi atau onani itu tidak ada kaitannya dengan ejakulasi dini. Mengapa demikian? Ada penelitian yang membantahnya, yakni baik orang yang banyak melakukan ejakulasi dini maupun tidak, mereka sama-sama mengalami ejakulasi dini. Ian beranggapan ejakulasi lebih banyak terjadi karena masalah sensitivitas penis pada kaum pria.
  3. Teknik stop and start efektif untuk mengatasi ejakulasi dini? Ian membantah kalau tips tersebut bisa menyembuhkan penderita ejakulasi dini. Ia mengatakan teknik itu tidak efektif, terutama saat tujuan bercinta hanya demi kepuasan pria saja. Bukankah wanita juga menginginkan kepuasan yang serupa?
  4. Apakah ejakulasi dini bisa disembuhkan? Ataukah sekedar diatasi? Ian dengan jelas mengatakan bahwa gangguan ejakulasi dini itu sebetulnya bukan disembuhkan tapi untuk diatasi. Ejakulasi dini berkaitan dengan senyawa di otak yang membuat seorang pria mengalami masalah ED alias ejakulasi dini. Malah kata Ian, ejakulasi dini bisa merupakan kondisi genetis alias turunan semata. Karena itu untuk mengatasi ejakulasi dini, salah satu caranya adalah menggunakan obat yang direkomendasikan dokter. Dan dengan bantuan obat tersebut maka seorang pria bisa bertahan lebih lama saat berhubungan intim.

Ya memang ada banyak pendapat tentang mitos ejakulasi dini. Apakah Anda percaya pada Ian? Atau percaya pada pakar lain? Semua dikembalikan pada kondisi yang Anda alami dan tentu saja berangkat dari keyakinan atas pengetahuan tentang ejakulasi dini.

Salam Bahagia dan Harmonis ForediGel.my.id

Saran Obat Herbal Untuk Atasi Ejakulasi Dini

foredi
For Ejakulasi Dini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *