Bolehkah Makan Daging Kambing Untuk Kolesterol dan Asam Urat Tinggi?

kolesterol dan sam urat tinggi bolehkah makan daging kambing

Hari Raya Idul Adha yang disebut juga dengan Hari Raya Haji adalah Hari Raya umat Islam yang dimana syarat dilakukan penyembelihan hewan kurban (sapi, kambing atau domba), tidak lengkap rasanya jika dihari raya Idul Adha tidak menyantap masakan daging, baik itu daging sapi maupun daging kambing.

Hari Raya Idul Adha yang selalu identik dengan daging sapi dan daging kambing. Tapi juga hari buruk untuk penderita kolesterol dan asam urat. Nah, apakah bagi orang yang mempunyai kolesterol atau asam uratnya tinggi, bolehkah makan daging kambing?

dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari RS Cipto Mangunkusumo mengatakan bahwa makan daging kambing ketika hari raya tentunya boleh-boleh saja, apalagi bagi mereka yang jarang merasakannya. Dikatakan dr Ari, yang bermasalah adalah jeroan yang biasanya juga disantap pada saat yang sama.

“Sebenarnya buat mereka yang sehat dan jarang makan daging maka makan daging kambing atau sapi saat hari raya kurban ini mustinya tidak ada masalah,” tutur dr Ari.

“Cuma memang kadang kala selain daging kita juga mengosumsi lemak hewan tersebut dan juga termasuk jeroannya seperti hati, otak, paru, usus, limpa dari hewan kurban tersebut. Jeroan ini mengandung purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat kita. Ini yang akan menjadi masalah,” lanjutnya lagi.

Dilanjutkan dr Ari juga bhawa daging kambing dan sapi banyak mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh bisa meningkatkan kolesterol darah, apalagi jika disajikan sebagai gulai dengan santan dan kadar garam yang tinggi.

Hal senada juga dikatakan oleh dr Ahmad Fuady, MSc-HEPL, Kepala Klinik Dokter Keluarga (KDK) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Kayu Putih. Ia mengatakan yang bermasalah bukanlah daging kambing atau daging sapi, namun cara penyajiannya.

dr Ahmad menjelaskan bahwa jika dibandingkan, daging kambing memang memiliki kadar kolesterol yang relatif lebih tinggi daripada daging sapi, namun tidak signifikan. Dengan catatan, kadar kolesterol dihitung ketika daging disajikan dalam bentuk plain.

“Tetapi, kecenderungan masyarakat menyajikan daging kambing secara ‘lebih tidak sehat’ dengan berkuah santan dan berminyak dalam bentuk gulai, tongseng dan lain-lain. Ini yang sebenarnya perlu diperhatikan,” pungkasnya.

Untuk yang penderita kolesterol tinggi sebaiknya anda mengkonsumsi daging sapi maupun daging kambing dalam jumlah sedikit dan dengan cara memasak yang tanpa minyak dan tanpa santan, kalaupun harus menggunakan minyak dalam memasak daging sapi maupun daging kambing usahakan menggunakan minyak yang sehat (seperti minyak sayur), dan usahakan juga banyak minum air putih setelah menyantap masakan daging kambing maupun daging sapi agar minyak jenuh dalam daging cepat diurai oleh tubuh.

Jadi intinya daging kambing dan daging sapi aman dikonsumsi untuk penderita kolesterol asal dengan mengkonsumsi tidak berlebihan dan dengan cara memasak yang benar, jika anda khawatir kolesterol dan asam urat anda naik apabila mengkonsumsi daging kambing maupun daging sapi sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter kepercayaan anda, karena kesehatan lebih penting dan lebih utama dari kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha ini.

masalah pencernaan
Solusi Sehat Untuk Pencernaan dan Detox

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *