Cegah Kanker Leher Rahim atau Kanker Serviks dengan Vaksinasi HPV

kanker serviks
ForediGel.my.id

Kanker leher rahim atau disebut juga dengan kanker serviks belakangan ini makin kerap dibicarakan, terlebih karena kanker ini menelan korban meningkat cukup banyak di Indonesia. Masuknya vaksin untuk mencegah kanker ini membuat kita sedikit bernafas lega, apalagi kesadaran untuk deteksi dini kanker , papsmear makin tinggi. Meski begitu pendidikan untuk pencegahan tetap yang utama.

Kanker leher rahim atau kanker serviks menempati peringkat pertama kanker pada perempuan di Indonesia, ada 15.000 kasus baru per tahun dengan kematian 8.000 per tahun. Angka harapan hidup lima tahun jika kanker ini diketahui dan di obati pada stadium I adalah 70-75%, pada stadium II adalah 60%, pada stadium III tinggal 25% dan pada stadium IV penderita sulit diharapkan bertahan.

Adapun penyebabnya terbanyak adalah Human Palpiloma Virus (HPV), ada banyak tipe HPV yang beresiko rendah maupun tinggi, sampai saat ini telah teridentifikasi ada lebih dari 120 tipe HPV. HPV dengan resiko rendah misalnya HPV tipe 6 dan 11 sedangkan HPV resiko tinggi misalnya HPV tipe 16 dan 18.

HPV resiko rendah hanya menyebabkan kutil-kutil disekitar kemaluan termasuk anus, HPV resiko tinggilah yang menyebabkan kanker leher rahim (serviks). Gejala kanker ini yang pasti adalah pendarahan setelah senggama, diantara jeda haid atau setelah menopause.

Namun menariknya keberadaan HPV ini kerap tidak disertai gejala, oleh karena itu kanker ini silent killer sebab sebagian besar justru tidak mengalami berbagai gejala itu. Untuk diketahui ada dua tipe sel dalam serviks, squamos dan glanduler.

Pertemuan dua sel di squamo columner junction, bagian antara bibir luar dan dalam leher rahim, bisa mengubah sel menjadi abnormal. Celakanya ini adalah bagian yang selalu berubah jika terjadi haid , hamil dan menopause, dibagian inilah sel-sel berubah cepat dan bisa jadi abnormal, sel-sel yang rusak itu berubah bentuk dan warna dan akhirnya menjadi tumor dan selanjutnya kanker yang mematikan.

Kanker serviks makin ganas dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun, pada masa pra kanker (setelah sel berubah menjadi abnormal) ada tiga tahapan perubahan sel, Cervical Intraepithel Neoplasma (CIN) 1, CIN 2 dan CIN 3.

Setelah CIN 3 sel yang abnormal itu menjadi sangat tebal dan akhirnya menjadi kanker, tapi anda tidak perlu khawatir kanker ini tidak serta merta dari terindikasi ada virus HPV hingga mencapai CIN 2 atau 3 jarak waktunya 5 tahun, maka deteksi dini sangat penting.

Bagaimana Cara Mencegah Kanker Serviks?

HPV yang mengidap seseorang sebenarnya 70% dapat dibersihkan melalui sistem imunisasi alami dalam tubuh, namun 30% nya punya kesempatan terinfeksi. Oleh karena itu mulailah mencegah sebelum kanker terlanjur menggerogoti, yang terpenting adalah pendidikan, didik diri sendiri untuk selalu berperilaku hidup yang sehat seperti mengkonsumsi makan yang kaya nutrisi dan tidak merokok.

Jagalah kebersihan diri dan lingkungan misalnya bersihkan organ vital setiap saat dengan tisu atau mengganti celana dalam minimal dua kali sehari. Pendidikan ini dapat diartikan lebih luas misalnya pendidikan seks kepada remaja (baik laki-laki maupun perempuan).

Mengutip penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia beberapa waktu lalu disebutkan 80% remaja di Jakarta, 75% di Yogyakarta melakukan aktifitas seksual sebelum menikah. Pendidikan mengenai kanker serviks untuk para remaja juga penting dilakukan, ini karena perpindahan HPV melalui aktifitas seksual tidak hanya melalui sexual intercourse namun juga genital-genital, anal genital dan oral genital.

Sebaiknya memakai kondom sebelum melakukan hubungan intim, sebab selain sebagai alat kontrasepsi kondom juga untuk menjaga diri kalau alat vital tidak benar-benar bersih. Langkah terbaru untuk pencegahan adalah vaksinasi.

Saat ini vaksin kanker leher rahim sudah tersedia di Indonesia, meski belum semua rumah sakit atau praktek dokter swasta menyediakan, ini karena masih mahal dan pemberiannya tidak cuma sekali tetapi 3 kali yakni pada 1 dan 6 bulan, maksudnya setelah yang pertama satu bulan berikutnya diberikan vaksin kedua, yang terakhir disuntikkan enam bulan kemudian. Adapun harga vaksin berkisar 1-1,5 juta sekali suntik.

Selain pencegahan langkah selanjutnya adalah deteksi dini melalui berbagai cara antara lain papsmear dan tes DNA HPV. Papsmear yakni mengambil sel dari serviks lalu diteliti dengan mikroskop untuk deteksi apakah sel masih normal atau sudah abnormal.

Bagi yang mempunyai kegiatan seksual dan tidak menikah papsmear sangat dianjurkan, langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini sebaiknya dilakukan sebelum memasuki tahap penyembuhan seperti kemoterapi, radioterapi hingga pembedahan. Berkonsultasilah ke dokter baik untuk pencegahan maupun deteksi dini.

Fakta Seputar Kanker Serviks

  • Ada lebih dari 120 tipe HPV tapi hanya ada empat tipe yang dianggap berbahaya yakni tipe 6, 11, 16 dan 18. Kanker leher rahim terutama disebabkan HPV 16 dan 18.
  • Setiap tahun di seluruh dunia sekitar 500.000 perempuan didiagnosa menderita kanker leher rahim atau serviks, sebanyak 80% diantaranya terjadi di negara berkembang.
  • Di Indonesia setiap tahun terjadi 15.000 kasus dan 8.000 orang diantaranya meninggal, setiap harinya muncul 40-45 kasus baru dan merenggut 20-25 nyawa.
  • Infeksi HPV biasanya tanpa gejala sehingga 70% kasus kanker leher rahim baru diketahui ketika sudah memasuki stadium lanjut.
  • Rentang waktu terjadinya kanker serviks cukup panjang yakni 3-17 tahun sesudah seseorang terinfeksi HPV.

Cara Kerja Vaksin HPV

  1. Human Papilloma Virus (HPV) adalah virus tak berselaput dengan DNA rantai ganda yang memerlukan organisme lain untuk berkembang biak.
  2. Vaksin HPV dibuat dari HPV yang sudah tidak memiliki DNA dan hanya terdiri atas selubung protein (kapsid) L1 yang bisa memancing tubuh membentuk sistem kekebalan terhadap HPV.
  3. Vaksin disuntikkan ketubuh dan masuk ke aliran darah.
  4. Didalam darah vaksin bekerja membentuk antibodi dan sel memori (sel yang nantinya akan membentuk antibodi terhadap HPV). Makin muda usia makin tinggi kadar antibodi yang terbentuk.
  5. Antibodi akan menangkap HPV yang masuk ke tubuh sehingga tidak dapat masuk ke sel serviks (leher rahim).
tisu majakani
Menjaga Kesehatan Organ Intim Wanita

Demikian informasi tentang kanker leher rahim atau kanker serviks, semoga bermanfaat untuk anda.

Salam Bahagia dan Harmonis ForediGel.my.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *