Cara Merawat Vagina atau Miss V Yang Benar

cara merawat vagina

Sebenarnya Miss V (vagina) memiliki sistem pengaturan diri otonom, jika sistem tersebut berfungsi dengan baik maka kebersihan vagina akan senantiasa terjaga. Anda bisa memantau kesehatan vagina dari cairan yang keluar, normalnya cairan vagina berwarna bening dan tak beraroma.

Disamping itu vagina juga harus memiliki ekosistem mikro organisme alami yang terdiri atas bakteri baik yang dapat membantu menyingkirkan bakteri jahat dari organ reproduksi. Bakteri baik ini umumnya berjenis Laktobasili, bakteri yang banyak ditemukan di yogurt.

Kadar pH (keasaman) juga perlu diperhatikan, idealnya area vagina memiliki pH antara 3,8 sampai 4,5. Kadar pH tersebut turut ditentukan oleh usia. Vagina anak perempuan yang belum menginjak usia reproduksi umumnya lebih asam, karena mengandung hormon estrogen, sebaliknya para perempuan yang sudah menginjak menopause kadar pH nya akan sedikit lebih tinggi seiring dengan menurunnya kadar estrogen dalam tubuh.

Bagaimana hormon estrogen mempengaruhi kadar pH? Estrogen memicu produksi glikogen di mokusa vagina, glikogen tersebut akan diurai oleh laktobasili menjadi asam laktat yaitu komponen yang menentukan kadar keasaman vagina.

Semakin pekat kadar keasaman vagina semakin sulit flora bakterial asing berkembang biak, itu sebabnya memastikan tingkat keasaman vagina tetap berada pada rentang pH normal sangat penting, karena laktobasili hanya dapat bekerja pada kadar pH yang rendah (asam).

Jika kadar pH diatas 4,5 maka vagina akan rentang mengalami infeksi, disamping itu jika penyebaran flora vagina normal tidak merata atau jika jumlah laktobasili anaerob yaitu bakteri yang tidak memerlukan udara untuk bertahan hidup akan merajalela.

Hal ini lagi-lagi meningkatkan kemungkinan infeksi, tak hanya itu area vagina menjadi sangat sensitif karena sebenarnya lapisan yang melapisi area tersebut tidak sama dengan kulit di area tubuh lain.

Lapisan tersebut adalah mukosa yaitu membran dengan kelenjar-kelenjar yang dapat mengeluarkan lendir (mukus), mukosa memiliki lapisan yang lebih tipis, tak heran jika area vagina lebih lembut dan rentan iritasi karena mukosa vagina sangat sensitif, maka perawatannya juga harus diperhatikan dengan lebih seksama.

Beberapa Cara Merawat Vagina Yang Benar Adalah

  1. Mencuci vagina dengan sabun lembut tetapi jangan berlebihan karena justru menyebabkan iritasi. Hindari sabun untuk tubuh karena bahan kimianya terlalu keras dan dapat menyebabkan vagina menjadi kering. Jika ingin menggunakan sabun pembersih khusus vagina perhatikan kadar pH dan kandungan hipoalergik nya.
  2. Biasakan untuk membasuh vagina dari arah depan ke belakang bukan sebaliknya dari arah belakang ke depan karena berpotensi memindahkan bakteri yang terdapat dibagian anus kedalam vagina. Hal tersebut mempertinggi resiko infeksi.
  3. Pilihlah celana dalam berbahan dasar katun, selain membantu memperlancar sirkulasi udara di area vagina, celana dalam katun dapat menyerap keringat sehingga vagina anda tidak lembab.
  4. Kegiatan membersihkan vagina dengan cara menyemprotkan air, memebersihkannya dengan sabun wangi atau dengan menggunakan semprotan (baik yang berupa alat khusus atau botol penyemprot cairan) tidak dianjurkan, selain dapat mempertinggi resiko infeksi, kegiatan membersihkan vagina juga dapat menyebabkan peradangan panggul, masalah pada kehamilan bahkan kanker leher rahim atau kanker serviks.
  5. Jangan pernah memasukkan benda asing kedalam vagina, terutama bila benda-benda tersebut memang tidak ada hubungannya dengan vagina. Beberapa benda seperti alat kontrasepsi atau tampon, memang dapat dimasukkan kedalam vagina pun penggunaanya harus selalu diperhatikan.
  6. Waspadai cairan vagina yang tidak normal, seperti jika cairan vagina encer, berbau atau memiliki warna yang tidak biasanya. Cermati apakah ada benda yang masuk ke dalam vagina sebelum cairan abnormal keluar. Misalnya apakah tampon masih tertinggal didalam vagina, selain itu perhatikan juga sensasi yang anda rasakan disekitar area genital. Jika mukosa vagina mengering, gatal atau terasa panas seperti terbakar, segeralah menghubungi dokter karena gejala tersebut menunjukkan potensi infeksi.

tisu majakani

Semoga Bermanfaat

Salam Bahagia dan Harmonis ForediGel.my.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *