Bercinta Dalam Gelap-Gelapan Akan Membuat Istri Cepat Hamil

bercinta dalam gelap

Cahaya adalah sebuah energi yang sangat penting untuk kehidupan sehari-hari, tanpa cahaya mata kita tidak akan ada gunanya, karena tanpa cahaya mata tidak akan bisa melihat. Tapi cahaya juga bisa berpengaruh buruk pada biologis tubuh kita, jika cahaya terlalu berlebihan memapar pada diri kita terutama pada malam hari sejak kita beranjak ke tempat tidur.

Tanpa disadari banyak orang, kualitas tidur sebenarnya ditentukan oleh pencahayaan dalam kamar. Dan tampaknya mereka yang suka tidur dalam gelap-gelapan lebih diuntungkan.

Konon satu dari tujuh pasangan sulit mendapatkan keturunan karena alasan yang tidak diketahui. Hal ini memunculkan dugaan bahwa penyebab sebenarnya adalah gangguan pada ritme kikardian atau biasa disebut dengan ‘jam biologis tubuh’.

Setelah ditelusuri, gangguan yang dimaksud ternyata tak jauh-jauh dari paparan cahaya buatan yang bertebaran dimana-mana, mulai dari lampu jalanan, lampu rumah dan kamar, termasuk cahaya yang terpancar dari laptop, komputer, tablet serta ponsel.

Tim peneliti gabungan dari Amerika dan Jepang lantas melakukan pengamatan untuk mengetahui dampak paparan cahaya terhadap kesuburan. Namun untuk percobaan ini, peneliti menggunakan tikus. Hasilnya, paparan cahaya tidak berdampak apapun terhadap tikus muda. Namun tingkat kesuburan (termasuk peluang kehamilan) tikus paruh baya cenderung menurun karenanya.

Perbandingannya cukup signifikan, peluang kehamilan pada tikus paruh baya yang jam biologis tubuhnya normal mencapai 71%. Sedangkan tikus paruh baya yang jam biologisnya terganggu hanya punya peluang untuk hamil sebesar 10% saja.

Meskipun percobaan hanya dilakukan pada tikus, peneliti kemudian berpendapat bahwa kondisi serupa juga bisa diaplikasikan pada manusia, khususnya wanita.

“Pada masyarakat modern, wanita terlalu banyak terpapar gangguan dari lingkungan yang nantinya berperan dalam menurunkan kesuburan mereka. Seperti paparan lampu di malam hari dan pola tidur kita yang terganggu sistem kerja shift atau perbedaan zona waktu,” jelas peneliti Dr Gene Block dari University of California Los Angeles.

Dr Block menambahkan, risiko dari kondisi semacam ini utamanya terlihat pada wanita paruh baya.

Untungnya, dari pengamatan terhadap tikus, peneliti juga sampai pada kesimpulan bahwa satu-satunya cara untuk ‘menyelamatkan’ fungsi reproduksi wanita adalah dengan mengurangi paparan cahaya tersebut.

“Setelah paparan cahaya pada tikusnya kita ubah, terlihat peningkatan ritme kikardian (jam biologis tubuh) yang berdampak pada pola makan dan tidur yang teratur, dan utamanya bagi peningkatan kesuburan,” imbuh Dr Block.

Itu artinya, bila ingin istri cepat hamil, biasakan untuk tidur dalam kamar yang remang-remang atau gelap dan usahakan agar makan dengan jadwal yang teratur. Hindari juga paparan cahaya buatan dan sebaliknya perbanyak paparan cahaya matahari. Karena energi sinar matahari mengandung banyak vitamin D yang berperan dalam mengatur kepadatan tulang dan sangat berpengaruh untuk kesehatan tubuh terutama untuk sistem kesehatan reproduksi, tapi gunakan sinar matahari langsung pada jam-jam tertentu yang diperbolehkan.

Sebelumnya peneliti dari University of Texas, Russel J Reiter mengungkapkan menghindari cahaya pada malam hari sekurang-kurangnya 8 jam akan mendorong tubuh untuk menghasilkan lebih banyak hormon melatonin. Selain menambah kualitas tidur, dalam fungsi reproduksi wanita sendiri, melatonin berperan melindungi sel telur dari stres dan kerusakan lainnya.

“Pertahankan (kondisi seperti itu) setidaknya selama delapan jam di malam hari. Siklus terang ke gelap dan sebaliknya dari siklus gelap ke terang dan juga harus konsisten dari satu hari ke hari lain, karena jika tidak jam biologis tubuh akan kebingungan,” jelas Reiter.

Solusinya bercinta lah untuk anda pasangan suami istri ditempat yang sedikit cahaya, bahkan tanpa cahaya agar jam biologis kita bisa mencapai titik maksimal untuk memproduksi hormon-hormon dan meningkatkan sel reproduksi kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *