Aturan Bercinta atau Berhubungan Saat Hamil

berhubungan saat hamil
ForediGel.my.id

Kehamilan sebenarnya bukan penghalang bagi pasangan suami istri untuk tetap melakukan aktifitas seks, akan tetapi berhubungan saat hamil dilakukan memang tidak seleluasa ketika sang istri belum mengandung, disamping itu pengertian dari sang suami juga sangat dibutuhkan untuk tidak menuntut terlalu banyak kepada sang istri karena pastinya stamina dari pihak istri tidak sebugar seperti sebelum hamil.

Ada beberapa atauran yang harus dipatuhi agar aktifitas bercinta atau berhubungan intim tetap berjalan lancar, namun juga tidak mengganggu janin yang ada didalam kandungan.

Pahami Waktu-Waktu Berhubungan Saat Hamil

Biasanya di trimester awal kehamilan yaitu pada usia kandungan 0 sampai 3 bulan, ibu hamil sering merasakan mual dan tubuh cepat lelah, pada saat itu disarankan untuk tidak melakukan hubungan intim terlebih dahulu.

Karena ari-ari belum terbentuk secara sempurna dan jika mengalami goncangan yang cukup hebat dikhawatirkan akan terjadi pendarahan dan rawan terjadinya keguguran.

Setelah melewati trimester awal barulah hubungan intim dapat dilakukan seperti biasa hingga usia kandungan mencapai 7 bulan, namun tetap tidak boleh melakukan gerakan-gerakan yang dapat membahayakan janin dan sang ibu.

Ketika usia kandungan sudah memasuki usia 7 bulan aktifitas seks disarankan untuk mulai dikurangi intensitasnya, mengingat saat-saat itu janin sangat rawan bila terjadi kontraksi saat bercinta dan dikhawatirkan ketuban bisa saja pecah.

Hati-Hati Dengan Air Ketuban

Saat melakukan hubungan intim yang harus diperhatikan yakni menjaga agar pihak istri tidak mengalami kontraksi yang cukup hebat untuk menghindari pecah ketuban, jika pihak istri sudah merasakan hal-hal yang tidak enak sebaiknya hentikan untuk melanjutkan aktifitas bercinta.

Karena jika ketuban sampai pecah resikonya sangat besar, janin akan terancam mengalami komplikasi, dimana infeksi dapat masuk kedalam janin dan si jabang bayi akan mengalami sesak nafas karena paru-parunya kemasukan air ketuban.

Pilih Posisi Yang Aman

Jika sebelumnya dinyatakan positif hamil, anda dan pasangan mengeksplor gerakan-gerakan baru untuk saat ini sebaiknya pilihlah posisi-posisi aman bagi pihak istri dan juga janin, dan posisi yang aman dan nyaman saat berhubungan intim selama masa kehamilan yaitu posisi yang tidak menekan perut sang istri.

Beberapa posisi yang aman dilakukan selama masa kehamilan, diantaranya yang paling nyaman dilakukan adalah posisi Woman on Top dimana pihak wanita yang memiliki kontrol penuh untuk menentukan seberapa dalam proses penetrasi.

Sementara itu posisi wanita hamil yang berbaring ditempat tidur dengan kaki ditekuk dan dibuka lebar sehingga pasangan bisa bermain-main dengan klitoris, juga cukup aman.

Dalam posisi yang sama, wanita terlentang ketika suami melakukan penetrasi dan posisi tubuh setengah membungkuk dengan kedua tangan berada disamping tubuh sang istri untuk menopang tubuhnya, kemungkinan perut sang istri akan tertekan sangat kecil sekali, sehingga keduanya bisa bergerak bebas.

Selain itu posisi duduk juga cukup aman dilakukan, dimana pihak pria duduk diatas sofa sementara sang istri duduk diatas pangkuannya dan melakukan penetrasi sambil berhadapan (apabila perut belum terlalu besar) dan jika perut sudah terlalu besar bisa duduk membelakangi suami dan suami pun bisa dengan bebas menyentuh atau meraih payudara sang istri.

Yang terpenting saat aktifitas bercinta berlangsung jangan lakukan gerakan-gerakan yang sampai menimbulkan kontraksi hebat pada pihak istri dan jangan terlalu memaksakan diri yang pada akhirnya akan membahayakan janin.

Semoga informasi ini membantu dan bermanfaat untuk kesehatan dan keselamatan anda (Ibu) dan janin anda.

foredi
For Ejakulasi Dini

Salam Bahagia dan Harmonis ForediGel.my.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *