6 Tanda-Tanda Kehamilan Bermasalah

kehamilan bermasalah

Seyogyanya setiap masalah selama kehamilan, sesamar dan sesepele apapun perlu dicermati dan ditindak lanjuti, setidaknya untuk menjamin keamanan anda dan calon bayi anda.

Lantas masalah apa saja yang mungkin dialami calon ibu dan mana yang berpotensi bahaya? Sejumlah ahli kandungan menjabarkan enam gejalanya.

Berikut ini 6 tanda-tanda kehamilan bermasalah :

Pendarahan

Bila ini terjadi pada trimester manapun, pendarahan harus diwaspadai. Penyebabnya bisa mermacam-macam tergantung dari usia kehamilan anda.

Jika pendarahan hebat disertai dengan sakit dan kram perut seperti saat menstruasi atau perasaan lemas hingga nyaris pingsan terjadi pada trimester pertama kehamilan, anda patut curiga sedang menjalani kehamilan ektopik (hamil diluar kandungan) dimana sel telur yang sudah dibuahi hidup pada bagian lain organ reproduksi, bukan berada didalam rahim. Kondisi ini tidak boleh disepelekan karena dapat berakibat fatal.

Pendarahan hebat dan kram perut yang terjadi pada trimester pertama dan awal trimester kedua kehamilan juga menandakan potensi keguguran. Sementara itu, jika pendarahan yang disertai sakit perut terjadi pada trimester ketiga, bisa berarti pecahnya plasenta atau terlepasnya plasenta dari dinding dalam rahim. Apapun penyebabnya, pendarahan adalah kondisi serius dan butuh penanganan secepatnya.

Mual dan Muntah

Selama trimester pertama, maka wajar jika calon ibu merasa mual dan sering muntah, terutama di pagi hari. Tetapi jika episode mual dan muntah tersebut terus berlanjut bahkan sampai membuat anda tidak bisa mencerna maka sama sekali, anda harus buru-buru segera menghubungi dokter kandungan.

Mual dan muntah yang terjadi terus menerus akan mempertinggi resiko dehidrasi dan malnutrisi, dua kondisi ini akan berimbas sangat buruk bagi kandungan termasuk mempertinggi resiko cacat lahir dan keguguran.

Aktifitas Bayi Menurun

Sebelum si jabang bayi sangat aktif, tiba-tiba frekuensi dan intensitas gerakannya berkurang. Apakah calon buah hati anda baik-baik saja? Jangan panik dulu.

Coba minum air dingin atau makan sesuatu, selain itu berbaringlah dengan posisi menyamping sambil perhatikan apakah bayi anda kembali aktif bergerak dan anda hitung pergerakannya.

Memang tidak ada patokan jumlah tendangan yang ideal, tetapi umumnya bayi menendang 10 kali atau lebih dalam waktu dua jam. Jika tendangan bayi anda kurang dari itu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Kontraksi Pada Trimester Akhir

Menjelang persalinan, calon ibu akan mengalami kontraksi, tetapi jika kontraksi terjadi sebelum waktunya, bisa jadi anda akan mengalami kelahiran prematur. Akan tetapi jangan takut dulu, terutama misal anda baru pertama kali mengandung.

Faktanya, ada dua jenis kontraksi yakni asli yang artinya penanda tibanya waktu kelahiran dan kontraksi palsu yang sering kali tidak berarti apa-apa. Lalu bagaimana membedakannya? Cobalah perhatikan frekuensi dan intensitas kontraksi.

  • Kontaksi Palsu

Dimana kontraksi palsu terjadi tidak terduga, tidak beritme dan tidak bertambah intensitasnya.

  • Kontraksi Asli

Kebalikan dari kontraksi palsu, kontraksi asli sering terjadi 10 menit dengan intensitas yang terus meningkat.

Akan tetapi untuk amannya, lebih baik anda segera menghubungi dokter kandungan bila mengalami kontraksi pada trimester ketiga kehamilan. Jika waktu terlalu dini, dokter memiliki pengobatan untuk menunda persalinan

Air Ketuban Pecah

Pecahnya air ketuban memang hal yang normal, hanya saja tidak semua rembesan air adalah air ketuban yang pecah. Ketika rahim kian besar kandung kemih juga akan tertekan, hal tersebut memungkinkan urin merembes.

Untuk memastikan apakah air yang merembes keluar adalah air ketuban atau urin, sebaiknya anda segera buang air kecil. Jika setelahnya air terus merembes berarti air tersebut adalah air ketuban.

Sakit Kepala, Gangguan Penglihatan dan Pembengkakan

Jika anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera menghubungi dokter kandungan. Semua gejala diatas pertanda anda keracunan kehamilan, Istilah dalam dunia kedokteran pre eklamsia. Biasanya muncul setelah hamil minggu ke 20 dan dapat berujung fatal, ini karena kelainan tersebut ditandai dengan tekanan darah tinggi dan meningkatnya kadar protein dalam urin.

Demikian informasi tentang 6 tanda-tanda kehamilan bermasalah, semoga membantu dan bermanfaat. Salam Bahagia dan Harmonis ForediGel.my.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *